MAKALAH AKSIOLOGI FILSAFAT ILMU
AKSIOLOGI DALAM FILSAFAT ILMU
Disusun
Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Filsafat Ilmu Pengetahuan Islam
Jurusan
Pendidikan Agama Islam
Oleh
:
Miftah
2025
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr.wb
Puji syukur senantiasa selalu kita panjatkan kepada
Allah swt yang telah memberikan limpahan rahmat, taufik dan hidayahnya sehingga
dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Shalawat serta salam tak lupa kita
curahkan kepada nabi Muhammad saw yang telah menunjukkan jalan kebaikan dan
kebenaran didunia dan akhirat kepada umat manusia.
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata Filsafat
Ilmu Pengetahuan Islam, dan juga sebagai bahan penambah ilmu pengetahuan serta
informasi yang semoga bermanfaat.
Makalah ini disusun dengan segala kemampuan semaksimal
mungkin. Namun, kami selaku penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah
ini tentu tidaklah sempurna dan masih banyak kesalahan serta kekurangan maka
dari itu sebagai penyusun makalah ini mohon ktitik, saran dan pesan dari semua
yang membaca/mendengarkan makalah ini terutama dosen mata kuliah yang kami
harapkan sebagai bahan koreksi untuk kami.
Waalaikumsalam
wr.wb
Pasangkayu, 15 Mei 2025
Penulis
DAFTAR ISI
A. Pengertian Aksiologi………………………..……………………………………..4
B. Fungsi aksiologi……………………………….…………………………………...6
C. Pendekatan Dalam
Aksiologi………………………………………………………
D. Kaitan Aksiologi Dangan
Filasafat Ilmu ………………………………...………9
PENUTUP11
BAB I
PENDAHULUAN
Filsafat
adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan,
alam manusia, dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang
bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat dicapai akal manusia setelah mencapai
pengetahuan. Perkembangan yang terjadi dalam pengetahuan ternyata melahirkan
sebuah polemik baru karena kebebasan pengetahuan terhadap nilai atau yang bisa
kita sebut sebagai netralitas pengetahuan (value free). Sebaliknya ada jenis
pengetahuan yang didasarkan pada keterikatan nilai. Sekarang mana yang lebih
unggul antara netralitas pengetahuan. dan pengetahuan yang didasarkan pada
keterikatan nilai? Bagian dari filsafat pengetahuan membicarakan tentang
ontologis, epistomologis dan aksiologi, Pembahasan aksiologi menyangkut masalah
nilai kegunaan ilmu. Artinya pada tahap-tahap tertentu kadang ilmu harus
disesuaikan dengan nilai-nilai budaya dan moral suatu masyarakat, sehingga
nilai kegunaan ilmu tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat dalam usahanya
meningkatkan kesejahteraan bersama, bukan sebaliknya malahan menimbulkan
bencana.
1. Apa
yang di maksud dengan aksiologi filsafat
2. Apa
fungsi aksiologi filsafat
3. Apa
saja pendekatan-pendekatan dalam aksiologi
4. Kaitan
aksiologi dengan filsafat ilmu
1. Dapat
mengetahui aksiologi filsafat
2. Dapat
mengetahui fungsi aksio
3. mengetahui
pendekatan pendekatan dalam aksiologi
4. Mengetahui
kaitan antara aksiologi dengan filsafat ilmu
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN
AKSIOLOGI ILMU
Aksiologi adalah istilah yang berasal dari
kata Yunani yaitu; axios yang berarti sesuai atau wajar. Sedangkan logos yang berarti
ilmu. Aksiologi dipahami sebagai teori nilai. Aksiologi ilmu (nilai) adalah
ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakekat nilai, yang umumnya ditinjau dari
sudut pandang kefilsafatan (Kattsoff: 1992). Nilai yang dimaksud adalah sesuatu
yang dimiliki manusia untuk melakukan berbagai pertimbangan tentang apa yang
dinilai. Aksiologi meliputi nilai-nilai, parameter bagi apa yang disebut
sebagai kebenaran atau kenyataan itu sebagaimana kehidupan kita yang
menjelajahi kawasan, seperti kawasan sosial, kawasan fisik materiil, dan
kawasan simbolik yang masing-masing menunjukan aspeknya sendiri-sendiri. Lebih
dari itu, aksiologi juga menunjukan kaidah-kaidah apa yang harus kita
perhatikan di dalam menerapkan ilmu kedalam praksis. Menurut Suriasumantri
aksiologi adalah teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan
yang diperoleh. Menurut kamus Bahasa Indonesia aksiologi adalah kegunaan ilmu
pengetahuan bagi kehidupan manusia, kajian tentang nilai-nilai khususnya etika.
Menurut Bramel, aksiologi terbagi tiga
bagian, yaitu:
1.Moral Conduct, yaitu tindakan moral, bidang
ini melahirkan disiplin khusus,yaitu etika
2. Estetic Expression, yaitu ekspresi
keindahan. Bidang ini melahirkan keindahan
3.Sosio-political life, yaitu kehidupan
sosial politik, yang akan melahirkan filsafat sosial politik
Dari difinisi-definisi aksiologi di atas,
terlihat dengan jelas bahwa permasalahan utama adalah mengenai nilai. Nilai
yang dimaksud adalah sesuatu yang dimiliki manusia untuk melakukan berbagai
pertimbangan tentang apa yang dinilai. Teori tentang nilai yang dalam filsafat
mengacu pada permasalahan etika dan estetika. Etika menilai perbuatan manusia,
maka lebih tepat kalau dikatakan bahwa objek formal etika adalah norma-norma
kesusilaan manusia, dan dapat dikatakan pula
bahwa etika mempelajari tingkah laku manusia ditinjau dari segi baik dan tidak
baik di dalam suatu kondisi yang normative, yaitu suatu kondisi yang melibatkan
norma-norma. Sedangkan estetika berkaitan dengan nilai tentang pengalaman
keindahan yang dimiliki oleh manusia terhadap lingkungan dan fenomena di
sekelilingnya. Aksiologi adalah bagian dari filsafat yang menaruh perhatian
tentang baik dan buruk (good and bad), benar dan salah (right and wrong), serta
tentang cara dan tujuan (means and and). Aksiologi mencoba merumuskan suatu
teori yang konsisten untuk perilaku etis.
Kattsoff (2004: 323) menyatakan bahwa
pertanyaan mengenai hakekat nilai dapat dijawab dengan tiga macam cara yaitu:
1. Subyektivitas yatu nilai sepenuhnya
berhakekat subyektif. Ditinjau dari sudut pandang ini, nilai merupakan reaksi
yang diberikan manusia sebagai pelaku dan keberadaannya tergantung dari
pengalaman.
2. Obyektivisme logis yaitu nilai merupakan
kenyataan ditinjau dari segi ontologi, namun tidak terdapat dalam ruang dan
waktu. Nilai-nilai tersebut merupakan esensi logis dan dapat diketahui melalui
akal.
3. Obyektivisme metafisik yaitu nilai
merupakan unsur obyektif yang menyusun kenyataan.
B. Fungsi Aksiologi
Aksiologi ilmu pengetahuan sebagai strategi
untuk mengantisipasi perkembangan dan teknologi (IPTEK) tetap berjalan pada
jalur kemanusiaan.oleh karena itu daya kerja aksiologi antara lain:
1. Menjaga dan memberi arah agar proses keilmuan
menemukan kebenaran yang hakiki.
2. Dalam pemilihan objek penelaahan dapat
dilakukan secara etis, tidak mengubah kodrat manusia, dan tidak merendahkan
martabat manusia.
3. Pengembangan ilmu pengetahuan diarahkan untuk dapat meningkatkan
taraf hidup yang memperhatikan kodrat dan martabat manusia serta memberikan
keseimbangan alam lewat pemanfaatan ilmu.
B. PENDEKATA-PENDEKATAN DALAM AKSIOLOGI
Pendekatan-pendekatan dalam aksiologi
dapat dijawab dengan tiga macam cara, yaitu:
1.
Nilai sepenuhnya berhakekat subyektif. Ditinjau dari sudut pandang ini,
nilai-nilai merupaka reaksi-reaksi yang diberkan oleh manusia sebagai pelaku
dan keberadaannya tergantung pada pengalaman-pengalaman mereka.
2.
Nilai-Nilai merupakan kenyataan-kenyataan yang ditinjau dari segi ontologi
namun tidak terdapat dalam ruang dan waktu.
3.
Nilai-Nilai merupakan unsur-unsur obyektif yang menyusun kenyataan.
D.
Hubungan Aksiologi dengan Filsafat Ilmu
Kaitan
Antara Aksiologi Dengan Filsafat Ilmu adalah Nilai itu bersifat objektif, tapi
kadang-kadang bersifat subjektif. Dikatakan objektif jika nilai-nilai tidak
tergantung pada subjek atau kesadaran yang menilai. Tolak ukur suatu gagasan
berada pada objeknya, bukan pada subjek yang melakukan penilaian. Kebenaran
tidak tergantung pada kebenaran pada pendapat individu melainkan pada
objektivitas fakta. Sebaliknya, nilai menjadi subjektif, apabila subjek
berperan dalam memberi penilaian; kesadaran manusia menjadi tolak ukur
penilaian.
Nilai
subjektif selalu memperhatikan berbagai pandangan yang dimiliki akal budi
manusia, seperti perasaan yang akan mengasah kepada suka atau tidak suka,
senang atau tidak senang. Bagaimana dengan objektivitas ilmu? Sudah menjadi
ketentuan umum dan diterima oleh berbagai kalangan bahwa ilmu harus bersifat
objektif. Salah satu faktor yang membedakan antara peryataan ilmiah dengan
anggapan umum ialah terletak pada objektifitasnya.
Seorang
ilmuan harus melihat realitas empiris dengan mengesampingkan kesadaran yang
bersifat idiologis, agama dan budaya. Seorang ilmuan haruslah bebas dalam
menentukan topik penelitiannya, bebas melakukan eksperimen-eksperimen. Ketika
seorang ilmuan bekerja dia hanya tertuju kepada proses kerja ilmiah dan
tujuannya agar penelitiannya berhasil dengan baik. Nilai objektif hanya
menjadi tujuan utamanya, dia tidak mau terikat pada nilai subjektif.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Aksiologi
adalah istilah yang berasal dari kata Yunani yaitu; axios yang berarti sesuai
atau wajar. Sedangkan logos yang berarti ilmu. Aksiologi dipahami sebagai teori
nilai. Aksiologi ilmu (nilai) adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakekat
nilai, yang umumnya ditinjau dari sudut pandang kefilsafatan (Kattsoff: 1992).
Kaitan
Antara Aksiologi Dengan Filsafat Ilmu adalah Nilai itu bersifat objektif, tapi
kadang-kadang bersifat subjektif. Dikatakan objektif jika nilai-nilai tidak
tergantung pada subjek atau kesadaran yang menilai.
Aksiologi
membberikan jawaban untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu di pergunakan.
Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah nilai.
Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan nilai.
Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan. operasionalisasi
metode ilmiah dengan norma-norma nilai
B.
SARAN
1.
Seorang pendidik
hendaknya tahu akan pentingya hakekat nilai yang akan diajarkan kepada para
anak didiknya, sehingga anak didik mengetahui etika keilmuan yang bermoral
dalam ilmu yang dipelajarinya.
2.
Semoga makalah ini
bisa menjadi bahan acuan dan semangat untuk mengkaji dan membuat makalah yang
semakin baik. Pembahasan makalah ini mungkin masih kurang sempurna. Oleh karena
itu penulis masih membutuhkan saran dan perbaikan dari para pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
Abadi, Totok Wahyu. 2016. Aksiologi: Antara Etika,
Moral, dan Estetika. KANAL (JURNAL ILMU KOMUNIKASI), 4(2), 187-204.
Amsal, Bachtiar. 2004. Filsafat Ilmu.
Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Barnadib, Imam. 1990. Filsafat Pendidikan.
Yogyakarta: Andi offset.
Jalius Jama. 2008. Filsafat Ilmu.
Padang: Program Pascasarjana Universitas Negeri
Padang.
Jujun, S. Suriassumantri. 1999. Filsafat Ilmu Sebuah
Pengantar Populer.
Jakarta: Pustaka Sinar Harapan
https://www.coursehero.com/
file/55532917/Aksiologi-ilmu-pengetahuandoc/
Labels: aksiologi, filsafat ilmu, filsafat pendidikan, makalah, MAKALAH AKSIOLOGI FILSAFAT ILMU

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home